Rabu, 07 Maret 2012

Menentukan Usia Kehamilan


Menentukan umur hamil sangat penting untuk memperkirakan persalinan. Umur hamil dapat ditentukan dengan:
  1. Rumus Naegle
  2. Gerakan pertama fetus
  3. Palpasi abdomen
  4. Perkiraan tinggi fundus uteri
  5. Ultrasonografi

Rumus Naegle

Rumus Naegle untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL, EDC= Expected Date of Confinement). Rumus ini terutama berlaku untuk wanita dengan siklus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Rumus Naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan ditambah 288 hari, sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan. Rumus Naegle dapat dihitung hari haidpertama ditambah 7 (tujuh) dan bulannya dikurang 3 (tiga) dan tahun ditambah 1 (satu).

Gerakan Pertama Fetus

Gerakan pertama fetus dapat dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu.

Palpasi Abdomen

Palpasi abdomen dapat menggunakan :
  1. Rumus Bartholomew
  2. Rumus Mc Donald
  3. Palpasi Leopold

Rumus Bartholomew

Antara simpisis pubis dan pusat dibagi menjadi 4 bagian yang sama, maka tiap bagian menunjukkan penambahan 1 bulan. Fundus uteri teraba tepat di simpisis umur kehamilan 2 bulan (8 minggu). Antara pusat sampai prosesus xifoideus dibagi menjadai 4 bagian dan tiap bagian menunjukkan kenaikan 1 bulan. Tinggi fundus uteri pada umur kehamilan 40 minggu (bulan ke-10) kurang lebih sama dengan umur kehamilan 32 minggu (bulan ke-8).

Rumus Mc Donald

Fundus uteri diukur dengan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dan dibagi 7 memberikan umurkehamilan dalam bulan obstetrik dan bila dikalikan 8 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilandalam minggu.

Palpasi Leopold

Palpasi leopold merupakan teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpasi abdomenPalpasi leopold terdiri dari 4 langkah yaitu:
  1. Leopold I : Leopold I bertujuan untuk mengetahui letak fundus uteri dan bagian lain yang terdapat pada bagian fundus uteri
  2. Leopold II : Leopold II bertujuan untuk menentukan punggung dan bagian kecil janin di sepanjang sisi maternal
  3. Leopold III : Leopold III bertujuan untuk membedakan bagian persentasi dari janin dan sudah masuk dalam pintu panggul
  4. Leopold IV : Leopold IV bertujuan untuk meyakinkan hasil yang ditemukan pada pemeriksaanLeopold III dan untuk mengetahui sejauh mana bagian presentasi sudah masuk pintu atas panggul Memberikan informasi tentang bagian presentasi: bokong atau kepala, sikap/attitude(fleksi atau ekstensi), dan station (penurunan bagian presentasi)
Gambar 1. Palpasi leopold
Taksiran berat janin
Taksiran ini hanya berlaku untuk janin dengan presentasi kepala. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Tinggi fundus uteri (dalam cm-n) x 155 = berat (gram)
Bila kepala belum masuk panggul maka n-12, jika kepala sudah masuk panggul maka n-11.

Perkiraan Tinggi Fundus Uteri

Cara menentukan kehamilan dengan perkiraan tinggi fundus uteri:
  1. Mempergunakan tinggi fundus uteri
  2. Menggunakan alat ukur caliper
  3. Menggunakan pita ukur
  4. Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda

Mempergunakan tinggi fundus uteri

Perkiraan tinggi fundus uteri dilakukan dengan palpasi fundus dan membandingkan dengan patokan.
Umur Kehamilan
12 minggu
1/3 di atas simpisis
16 minggu
½ simpisis-pusat
20 minggu
2/3 di atas simpisis
24 minggu
Setinggi pusat
28 minggu
1/3 di atas pusat
34 minggu
½ pusat-prosessus xifoideus
36 minggu
Setinggi prosessus xifoideus
40 minggu
2 jari di bawah prosessus xifoideus

Menggunakan alat ukur caliper

Caliper digunakan dengan meletakkan satu ujung pada tepi atas simfisis pubis dan ujung yang lain pada puncak fundus. Kedua ujung diletakkan pada garis tengah abdominal. Ukuran kemudian dibaca pada skala cm (centimeter) yang terletak ketika 2 ujung caliper bertemu. Ukuran diperkirakan sama dengan minggu kehamilan setelah sekitar 22-24 minggu.

Menggunakan pita ukur

Pita ukur merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggukehamilan. Titik nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Hasil dibaca dalam skala cm, ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah 22-24 minggukehamilan.

Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda

Garis nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis di garis abdominal, tangan yang lain diletakkan di dasar fundus, pita pengukur diletakkan diantara jari telunjuk dan jari tengah, pengukuran dilakukan sampai titik dimana jari menjepit pita pengukur. Sehingga pita pengukur mengikuti bentuk abdomen hanya sejauh puncaknya dan kemudian secara relatif lurus ke titik yang ditahan oleh jari-jari pemeriksa, pita tidak melewati slope anterior dari fundus.
Caranya tidak diukur karena tidak melewati slope anterior tapi dihitung secara matematika sebagai berikut:
  • Sebelum fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 4 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggukehamilan.
  • Sesudah fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 6 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggukehamilan.
Gambar 2. Pengukuran TFU dengan metlin

Ultrasonografi

Tujuan ultrasonografi adalah:
  1. Konfirmasi kehamilan
  2. Mengetahui usia kehamilan

Konfirmasi kehamilan

Embrio dalam kantung kehamilan tampak pada awal kehamilan 5,5 minggu dan detak jantung janin tampak jelas dalam usia 7 minggu.

Mengetahui usia kehamilan

Penentuan umur kehamilan dengan USG menggunakan 3 cara yaitu:
  1. Mengukur diameter kantong kehamilan (GS=gestational sac) pada kehamilan 6-12 minggu
  2. Mengukur jarak kepala bokong (GRI=grown rump length) pada kehamilan 7-14 minggu
  3. Mengukur diameter biparietal (BPD) pada kehamilan lebih 12 minggu
Gambar 3. Janin dari USG

Referensi

bidanshop.blogspot.com/2010/04/menentukan-usia-kehamilan.html unduh 25 maret 2011, 01:26 PM
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke III. Jakarta.
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Yogyakarta: Fitramaya.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta: Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC.
scribd.com/doc/48399043/MENENTUKAN-USIA-KEHAMILAN unduh 25 maret 2011, 01:30 PM
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa KehamilanJakarta: Salemba Medika

Senin, 05 Maret 2012

Prematuritas


Prematuritas merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian pada bayi yang baru lahir. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit tertentu.
Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang yang ditemukan pada bayi yang lahir ketika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Penyebab terjadinya kelahiran prematur umumnya tidak diketahui. Namun, 15% dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim terdapat lebih dari satu janin).

Faktor-faktor yang berperan terhadap terjadinya persalinan prematur adalah:
* Kehamilan di usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)
* Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur
* Golongan sosial-ekonomi rendah
* Keadaan gizi yang kurang
* Penyalahgunaan obat

Masalah-masalah pada ibu yang menjadi penyebab terjadinya prematuritas dapat berupa :
* Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
* Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak diketahui
* Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi selaput ketuban)
* Kelainan pada rahim atau leher rahim
* Ketuban pecah sebelum waktunya
* Plasenta previa (uri yang menutup mulut rahim)
* Pre-eklamsi (suatu keadaan yang biasa terjadi pada trimester kedua kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, adanya protein dalam air kemih, dan pembengkakan pada tungkai)
* Penyakit jantung
* Diabetes melitus

Perlu diketahui, gejala fisik pada bayi yang prematur, yaitu:
* Ukuran tubuh yang kecil
* Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)
* Kulitnya tipis, terang, dan berwarna pink (tembus cahaya)
* Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)
* Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput
* Rambut yang jarang
* Telinga tipis dan lembek
* Tangisannya lemah
* Kepala relatif besar
* Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi yang lahir cukup bulan)
* Refleks menghisap dan refleks menelan yang buruk
* Pernafasan yang tidak teratur
* Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit (pada anak laki-laki)
* Labia mayora belum menutupi labia minora (pada anak perempuan)

Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Agar bisa bernafas dengan bebas, ketika si bayi lahir, kantung udara (alveoli) harus dapat terisi oleh udara dan tetap terbuka. Alveoli akan membuka lebar karena adanya suatu bahan yang disebut surfaktan, yang dihasilkan oleh paru-paru dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah yang memadai, sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. Di antara saat-saat dia bernafas, paru-parunya benar-benar mengempis, akibatnya terjadi Sindroma Distres Pernafasan. Sindroma tersebut bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus dapat berakibat fatal.

Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan si bayi mengalami gangguan refleks menghisap atau menelan dan rentan terhadap terjadinya perdarahan otak. Selain paru-paru yang belum berkembang, bayi yang prematur juga memiliki otak yang belum berkembang. Hal tersebut bisa menyebabkan apneu (nafas berhenti), karena pusat pernafasan di otak mungkin belum matang.
Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi dalam pemberian makanan. Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan atau cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah.
Setelah lahir, bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah) dalam tinjanya. Kebanyakan bayi yang baru lahir, terutama yang lahir prematur, memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat, dan akhimya dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice). Peningkatan tersebut terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna. Jaundice umumnya bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan perbaikan fungsi pencernaan bayi.
Selain itu, sistem kekebalan pada bayi prematur juga belum berkembang dengan sempurna. Mereka belum dapat menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melalui plasenta. Risiko terjadinya infeksi yang serius pada bayi prematur adalah cukup tinggi. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis nekrotisasi (peradangan pada usus).
Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubah-ubah. Gula darahnya bisa saja tinggi (hiperglikemia), maupun rendah (hipoglikemia). Bayi juga mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang lambat, serta keterbelakangan mental dan motorik.

Pemeriksaan atau diagnosa yang biasa dilakukan pada bayi prematur, yaitu:
* Rontgen dada untuk melihat kematangan paru-paru
* Analisa gas
* Kadar gula darah
* Kadar kalsium darah
* Kadar bilirubin
Salah satu langkah terpenting dalam mencegah prematuritas adalah mulai melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan terus melakukannya secara teratur. Survey menunjukkan bahwa perawatan kehamilan yang dini dan baik dapat mengurangi angka kejadian prematuritas dan angka kesakitan akibat persalinan.


Sabtu, 03 Maret 2012

Abortus



Definisi
Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan).1  Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsung secara:
    1. Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)
    2. Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),
    3. Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).
Frekuensi terjadinya aborsi di Indonesia sangat sulit dihitung secara akurat karena banyaknya kasus aborsi buatan / sengaja yang tidak dilaporkan. Berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2 juta kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya. Pada penelitian di Amerika Serikat terdapat 1,2 – 1,6 juta aborsi yang disengaja dalam 10 tahun terakhir dan merupakan pilihan wanita Amerika untuk kehamilan yang tidak diinginkan. Secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung.

Alasan
Aborsi yang dilakukan seorang wanita hamil memiliki berbagai macam alasan, baik alasan medis maupun alasan non medis. Menurut studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998), menyatakan bahwa hanya 1 % kasus aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3 % karena membahayakan nyawa calon ibu, dan 3 % karena janin akan tumbuh dengan cacat tubuh yang serius. Sedangkan 93 % kasus aborsi lainnya adalah karena alasan-alasan non medis diantaranya adalah tidak ingin memiliki anak dengan alasan takut mengganggu karir atau sekolah, tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak, dan tidak ingin memiliki anak tanpa ayah.

Penyebab
Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim, faktor imunologi (kekebalan tubuh),  dan penyakit dari ibu. Penyebab abortus pada umumnya terbagi atas faktor janin dan faktor ibu.

Faktor Janin
Pada umumnya abortus spontan yang terjadi karena faktor janin disebabkan karena terdapatnya kelainan pada perkembangan janin [seperti kelainan kromosom (genetik)], gangguan pada ari-ari, maupun kecelakaan pada janin. Frekuensi terjadinya kelainan kromosom (genetik) pada triwulan pertama berkisar sebesar 60%.

Faktor ibu
Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalah faktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik; infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea; kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung; kelainan bawaan dari rahim, seperti  rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta (memiliki selaput pembatas di dalamnya)  maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasi rahim sebelumnya.  Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan.
Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya abortus adalah:
    1. Usia ibu yang lanjut
    2. Riwayat kehamilan sebelumnya yang kurang baik
    3. Riwayat infertilitas (tidak memiliki anak)
    4. Adanya kelainan atau penyakit yang menyertai kehamilan
    5. Infeksi (cacar, toxoplasma, dll)
    6. Paparan dengan berbagai macam zat kimia (rokok, obat-obatab, alkohol, radiasi)
    7. Trauma pada perut atau panggul pada 3 bulan pertama kehamilan
    8. Kelainan kromosom (genetik)

Tanda dan Gejala
    1. Nyeri perut bagian bawah
    2. Keram pada rahim
    3. Nyeri pada punggung
    4. Perdarahan dari kemaluan
    5. Pembukaan leher rahim
    6. Pengeluaran janin dari dalam rahim

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan USG, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan hormonal kadar B-hCG.

Tatalaksana pasca abortus
Pemeriksaan untuk mencari penyebab abortus spontan dengan menggunakan USG atau kadar B-hCG selama 1-2 bulan berikutnya. Sesudah mengalami abortus, ibu dianjurkan jangan hamil dulu selama 3 bulan kemudian (jika perlu gunakan kontrasepsi kondom atau pil).


Keluhan-keluhan Selama Kehamilan


Keluhan-keluhan pada umumnya terjadi selama masa kehamilan. Keluhan tersebut umum didapatkan pada kondisi hamil dan merupakan kejadian yang normal. Keluhan tersebut diantaranya adalah :
  1. Mual dan muntah pada awal kehamilan
  2. Heart burn
  3. Konstipasi
  4. Hemoroid
  5. Varises Vena (pembuluh balik)
  6. Bercak Vagina
  7. Nyeri Punggung (backache)
  8. Gangguan Berkemih
  9. Pembengkakan Gusi
  10. Gangguan Tidur
  11. Pembengkakan pada Tungkai dan Kaki
1. Mual dan muntah pada awal kehamilan
Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan diakibatkan karena perubahan hormonal yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke 6-8, puncak pda minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22) sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormon. Mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari namun memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 – 85% kehamilan selama triwulan pertama, dengan gejala muntah yang mengganggu sebesar 52%.

Tatalaksana
  • Bila muntah adalah masalah di pagi hari, makan makanan kering seperti sereal, roti, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, atau coba makan makanan ringan tinggi protein seperti keju sebelum pergi tidur (protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna)
  • Makan makanan ringan setiap 2-3 jam lebih baik dari 3 kali makan besar. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna
  • Makan makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi cairan dalam satu waktu. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur
  • Hindari makanan pedas, gorengan, atau berminyak
  • Bila wanita tersebut terganggu dengan bau menyengat, makan makanan dingin pada temperatur ruang dan hindari bau yang mengganggu
  • Hubungi dokter untuk konsumsi vitamin B6 atau terapi obat lainnya
  • Hubungi dokter bila muntah terjadi terus-menerus sehingga makanan atau minuman tidak dapat masuk. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan harus diterapi sesegera mungkin
Seorang wanita hamil harus diinformasikan bahwa mual dan muntah selama kehamilan akan membaik dengan sendirinya pada kehamilan 16 – 20 minggu, karena itu terapi obat-obatan pada triwulan pertama tidak dianjurkan kecuali keluhan bertambah parah. Apabila wanita tersebut meminta atau dipertimbangkan untuk mendapatkan terapi maka pengobatan yang dapat diberikan untuk mengurangi gejala adalah :
  • Pengobatan tradisional : jahe, P6 acupressure
  • Obat-obatan : antihistamin (antialergi), vitamin B6 cukup efektif namun hati-hati terhadap efek samping, vitamin B12 efektif mengurangi mual dan muntah namun belum diteliti keamanannya
Gambar 1. Mual selama kehamilan

2. Heart burn

Definisi 
Heart burn adalah sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang dada atau tenggorokan atau keduanya.

Penyebab
Penyebab heart burn pada kehamilan masih belum jelas namun diperkirakan disebabkan oleh perubahan hormonal yang mengganggu pergerakan lambung dan berakibat refluks gastroesofageal. Hal ini terjadi karena perubahan hormonal tersebut menyebabkan pergerakan saluran cerna menjadi lebih lama. Selain itu, pembesaran rahim juga dapat menekan perut dan mendorong asam lambung untuk keluar ke atas. Heart burn dapat diikuti dengan regurgitasi asam dari lambung yang mencapai tenggorokan atau mulut dan mengakibatkan rasa asam atau pahit di mulut. Keluhan ini tidak akan mempengaruhi kehamilan, dan pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Heart burn adalah keluhan yang sering terjadi selama kehamilan. Modifikasi gaya hidup yang dianjurkan adalah memperbaiki postur, mempertahankan posisi berdiri terutama setelah makan, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, dan modifikasi diet seperti makan makanan dalam jumlah kecil, mengurangi makan makanan berlemak dan makanan yang dapat mengiritasi lambung seperti kafein.

Tatalaksana
  • Makan makanan dalam porsi kecil dibanding 3 kali makan dalam porsi besar
  • Makan perlahan-lahan
  • Minum minuman hangat seperti teh
  • Hindari makan makanan yang pedas, goreng-gorengan
  • Jangan berbaring segera setelah makan
  • Pertahankan posisi kepala di tempat tidur lebih tinggi dibandingkan kaki. Atau letakkan bantal dibawah bahu untuk mencegah naiknya asam lambung ke tenggorokan
  • Jangan mencampur makanan berlemak dengan makanan manis dalam satu waktu dan coba untuk pisahkan makanan cair dan padat
  • Obat-obatan
Pilihan terapi obat-obatan untuk heart burn adalah antasid, H2 reseptor antagonis, dan panghambat pompa proton. Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi gejala refluks asam. Antasid dapat menetralisir asam lambung dan dapat digunakan untuk mengurangi gejala heart burn. H2 reseptor antagonis seperti ranitidin, dapat mengurangi produksi asam lambung, dilaporkan cukup efektif dan aman buat wanita hamil. Penghambat pompa proton seperti omeprazole dapat menekan produksi asam lambung.
Gambar 2. Heart burn

3. Konstipasi (sembelit)

Definisi 
Konstipasi adalah hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras disertai dengan nyeri pada perut.

Penyebab 
Konstipasi pada wanita hamil tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan serat, namun juga berkaitan dengan peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan berkurangnya pergerakan lambung dan meningkatnya waktu transit makanan di lambung. Selain itu penekanan rektum (bagian terbawah usus besar) akibat pembesaran rahim juga dapat menyebabkan konstipasi.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa terjadinya konstipasi semakin berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Gandum atau makanan yang mengandung serat efektif di dalam menangani konstipasi. Apabila nyeri perut dan konstipasi yang terjadi tidak ada perbaikan dengan asupan makanan berserat, maka penggunaan laksatif sebagai perangsang lebih efektif dibandingkan laksatif yang membentuk masa tinja. Efek samping penggunaan laksatif diantaranya adalah diare dan nyeri perut.

Tatalaksana
  • Makan makanan berserat (roti gandum, buah, sayuran)
  • Minum cairan dalam jumlah cukup (6 – 8 gelas air dan 1 -2 gelas jus per hari)
  • Minum minuman hangat terutama di pagi hari
  • Miliki waktu khusus untuk BAB dan hindari mengedan ketika BAB
  • Ketika di toilet dapat melakukan gerakan duduk tegak dan bersandar sedikit kebelakang, naikkan lengan ke atas untuk mengaktifkan gerakan usus besar, bergerak dari samping ke samping untuk melancarkan gerakan usus, dan letakkan salah satu kaki di suatu kotak untuk menurunkan tekanan dari anus (dubur)
  • Apabila memiliki pekerjaan yang mengharuskan duduk sepanjang waktu, berdirilah dan berjalan setiap jam atau kapanpun ada waktu
  • Diskusikan penggunaan laksatif dengan dokter
4. Hemoroid

Definisi
Hemoroid atau sering dikenal dengan wasir atau ambeien adalah penonjolan vena di sekitar anus (dubur) yang ditandai dengan perdarahan anorektal (daerah dubur dan rektum <bagian terbawah usus besar>), nyeri dan gatal di anus.

Penyebab 
Asupan serat yang kurang dan kehamilan adalah faktor pencetus untuk terjadinya hemoroid. Penekanan pada rektum dan vagina akibat pertumbuhan dari bayi dapat menyebabkan hemoroid pada wanita hamil. Dalam suatu penelitian, dikatakan bahwa 8% wanita hamil mengalami hemoroid pada 3 bulan terakhir kehamilan.

Tatalaksana
Tatalaksana untuk hemoroid meliputi modifikasi makanan, krim (seperti Anusol-HC), pengobatan oral (lewat mulut), dan operasi. Belum ada bukti mengnenai keefektifan dan keamanan pengunaan krim untuk wanita hamil. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa 84% wanita hamil mengalami perbaikan gejala setelah diberikan pengobatan oral. Pada kasus berat, terapi operasi dapat dilakukan. Operasi pada umumnya jarang dilakukan pada wanita hamil karena hemoroid akan mengecil dengan sendirinya ketika wanita tersebut melahirkan. Modifikasi gaya hidup wanita hamil dengan hemoroid :
  • Minum air yang banyak dan buah-buahan dapat melunakkan tinja
  • Hindari terjadinya konstipasi karena konstipasi dapat menyebabkan terjadinya hemoroid dan menyebabkannya terasa lebih sakit
  • Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
  • Usahakan tidak mengedan ketika BAB
  • Kompres dingin atau menggunakan es pada daerah pembesaran vena (anus) atau mandi dengan menggunakan air hangat beberapa kali sehari untuk mengurangi nyeri
  • Hindari pakaian dalam yang ketat, celana ketat
  • Diskusikan terapi hemoroid dengan dokter yang merawat
5. Varises Vena 

Definisi
Varises vena disebabkan oleh pengumpulan darah pada vena bagian perifer (tepi) akibat tidak efisiennya katup yang ada. Pada kondisi normal, katup pada vena mencegah darah kembali mengalir ke tungkai. Peningkatan volume darah dan peningkatan tekanan akibat pembesaran rahim dapat melambatkan aliran darah yang terkadang menyebabkan pembesaran atau pembengkakan dari pembuluh balik. Varises vena dapat berupa pelebaran vena yang berwarna biru di permukaan kulit, gatal, dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Kaki dan persendian dapat menjadi bengkak. Varises vena merupakan keluhan umum akibat kehamilan.
Terapi penekanan dengan menggunakan stoking khusus dapat mengurangi gejala varises yang sudah terjadi namun tidak dapat mencegah varises yang akan terjadi.

Tatalaksana
  • Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama, ubah posisi secara berkala
  • Hindari berada dalam posisi yang membatasi peredaran darah pada tungkai (seperti menyilangkan kaki ketika duduk)
  • Tinggikan posisi tungkai dan kaki ketika duduk
  • Berolahraga secara teratur
  • Pemakaian stoking namun hindari pakai celana yang terlalu ketat di bagian tungkai
Gambar 3. Varises tungkai dan pemakaian stocking pada varises

6. Bercak pada Vagina 

Peningkatan suplai darah dan hormonal menyebabkan peningkatan produksi cairan vagina. Kualitas dan kuantitas dari bercak vagina berubah ketika wanita tersebut hamil. Wanita umumnya memproduksi cairan vagina lebih banyak ketika hamil. Bercak vagina normal pada umumnya berwarna putih atau bening, tidak gatal atau terasa panas, tidak berbau, dan dapat terlihat berwarna kuning atau mengering pada pakaian dalam. Apabila bercak tersebut memiliki bau tidak enak diikuti dengan rasa gatal atau panas, berkaitan dengan nyeri ketika berkemih, maka wanita tersebut mungkin menderita bakterial vaginosis (infeksi bakteri), trikomoniasis (parasit), atau kandidiasis (jamur).

Tatalaksana
  • Gunakan pakaian dalam yang memiliki bahan katun atau yang terbuat dari serat natural
  • Hindari pemakaina jeans atau celana ketat
  • Jangan menggunakan cairan pembersih vagina. Hal tersebut dapat menyebabkan masuknya udara di dalam peredaran darah atau dapat memecahkan cairan ketuban pada kehamilan triwulan akhir
  • Bersihkan area vagina menggunakan air dan sabun
  • Basuh dari arah depan ke belakang
  • Hubungi dokter bila mengalami gejala rasa terbakar, gatal, bengkak, bau tidak enak, bercak darah, atau bercak berwarna hijau atau kuning terang pada vagina
7. Nyeri Punggung

Nyeri pada punggung selama kehamilan bervariasi antara 35 – 60 %. Diantara semua wanita ini, 47 – 60 % melaporkan bahwa nyeri punggung terjadi pada kehamilan 5 – 7 bulan. Selain itu dilaporkan juga bahwa nyeri punggung ini bertambah parah di sore hari.
Nyeri punggung pada wanita hamil berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim dan peregangan dari otot penunjang karena hormon relaksan (hormon yang membuat otot relaksasi à lemas) yang dihasilkan.
Terdapat 3 tipe tatalaksana yang dapat dilakukan pada nyeri punggung akibat kehamilan yaitu :
1. Senam di dalam air
2. Bantal Ozzlo
3. Akupunktur yang berkaitan dengan fisioterapi
4. Modifikasi gaya hidup
  • Pakailah sepatu berhak rendah (tapi tidak datar)
  • Hindari mengangkat benda berat
  • Lakukan posisi berjongkok ketika mengambil barang yang terjatuh dibandingkan dengan posisi membungkuk
  • Jangan berdiri terlalu lama, bila harus berdiri dalam waktu lama maka letakkan salah satu kaki di atas kotak kecil di bawah
  • Duduk di kursi yang memiliki penahan punggung yang baik, atau tempatkan bantal kecil dibelakang punggung dan letakkan kaki diatas kotak kecil di bawah
  • Tidur pada sisi kiri atau kanan dengan menggunakan guling diantara kedua tungkai untuk penahan
  • Berikan sebotol air panas dan usapkan atau mandi dengan air panas atau dipijat
  • Lakukan olahraga untuk memperkuat otot punggung
  • Berdiri dalam posisi yang benar. Berdiri tegak akan meredakan peregangan punggung
  • Hubungi tenaga kesehatan apabila mengalami nyeri punggung bagian bawah yang menjalar ke perut dan tidak membaik dengan perubahan posisi atau istirahat selama 1 jam. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda bersalin dini
Gambar 4. Nyeri punggung
8. Gangguan Berkemih

Pada triwulan pertama, pembesaran rahim dan pertumbuhan janin dapat menekan kandung kemih sehingga menyebabkan seringnya berkemih pada wanita hamil. Hal ini dapat terjadi lagi pada triwulan ketiga ketika kepala bayi sudah berada di rongga panggul sebelum bersalin.
Disarankan

  • Hindari pakaian dalam yang ketat
  • Hubungi tenaga kesehatan bila terdapat nyeri atau panas ketika berkemih. Hal ini dapat merupakan tanda infeksi saluran kemih yang harus segera ditangani
9. Pembengkakan Gusi

Peningkatan peredaran darah dan suplai hormonal dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan perdarahan pada gusi yang disebut epulis.
Disarankan

  • Rawat gigi dengan hati-hati. Sikat gigi dan dental floss secara teratur
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala untuk memastikan kesehatan gigi dan mulut

Gambar 5. Pembengkakan gusi


10. Gangguan Tidur
Kesulitan menemukan posisi beristirahat yang nyaman dapat terjadi pada kehamilan.
Disarankan

  • Jangan menggunakan obat tidur
  • Minum susu hangat sebelum tidur
  • Mandi menggunakan air hangat sebelum tidur
  • Gunakan bantal tambahan untuk support (penahan) ketika tidur. Berbaring miring, letakkan bantal di bawah kepala, perut, punggung, dan diantara kedua kaki untuk mencegah peregangan dari otot dan membantu posisi istirahat
11. Pembengkakan pada Tungkai dan Kaki

Penekanan pembuluh darah akibat pertumbuhan dari janin menyebabkan tertahannya cairan pada tungkai sehingga terjadilah edema (bengkak) pada tungkai dan kaki.
Disarankan

  • Jangan berdiri dalam waktu lama
  • Banyak minum cairan (6 – 8 gelas perhari)
  • Hindari makanan dengan kadar garam tinggi
  • Letakkan tungkai dan kaki pada posisi tinggi ketika duduk, hindari menyilangkan kedua kaki
  • Hindari menggunakan sepatu ketat, pilih sepatu yang berhak rendah
  • Diet kaya protein, rendah protein dapat menyebabkan edema
  • Beristirahat dalam posisi miring ke kiri atau kanan membantu pengaliran darah ke ginjal


Aplikasi Resusitasi Jantung Paru (RJP)

1. Jika kita melihat pasien/korban yang tergeletak tampak tidak, pertama kali yang kita harus lakukan adalah memastikan bahwa lingkungan di...